Sabtu, 22 Oktober 2016

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 9


Rasa riangku, rinduku, lindunganku
Teman, penolong, dan tujuanku
Kaulah karibku, dan rindu pada-Mu
Meneguhkan daku
Apa bukan pada-Mu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia yang Kau berikan
Telah banyak…
Namun ku tak butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
Cinta-Mu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir dimata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisi-Mu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika aku telah memenuhi-Mu

O, rindu hatiku, aku pun bahagia

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 8


Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpah karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain sirna
Antara takjub atas keindahan dan keagungan-Nya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu
Kusaksikan yang datang dan pergi dalam kalbu
Lihat, dalam  wajah-Nya
Tercampur segenap pesona dan karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajah-Nya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata

“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang Maha Mulia” 

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 7


Hatiku tenteram dan damai jika aku  diam sendiri
Ketika kekasih bersamaku
Cinta-Nya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Kapan dapat kurenungi keindahan-Nya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasia-Nya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mau-Mu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan-Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dari-Mu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah  bersatu dengan-Mu

Melabuhkan rindu

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 6


Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunan pembuat dosa yang datang kehadirat-Mu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku

Hatiku telah enggan mencintai selain Engkau

Syair Cintal Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 5


Aku mencintai-Mu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu
Cinta karena diri-Mu, adalah keadaan senantiasa mengingat-Mu
Cinta karena diri-Mu, adalah keadaan-Mu mengungkap tabir
Hingga Engkau kulihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku

Bagi-Mu pujian untuk semua itu


Jumat, 21 Oktober 2016

Syair Cinta Rabiah al Rabiah Al Bashriah part 4



Ya Alloh 
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan 
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, di antara segala kesenangan 
Adalah untuk berjumpa dengan-Mu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakan
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau kehendaki

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 3


Aku mengabdi pada Tuhan 
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi
Karena cintaku pada-Nya
Ya Alloh, jika aku menyembah-Mu
Karena takut neraka, bakarlah aku didalamnya
Dan jika aku menyembah-Mu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembah-Mu
Demi Engkau semata
Janganlah Engkau  enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu
Yang abadi padaku

Kamis, 20 Oktober 2016

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 2


Ya Alloh, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuh-Mu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti
Berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu
Karena Engkau sendiri, cukuplah kepadaku


Pada syair yang tertuang di sini, terlihat jelas bahwa betapa seorang Rabiah sunguh-sungguh mencintai Alloh. Bayangkan, permohonannya untuk melimpahkan karunia Alloh yang menjadi haknya kepada musuh-musuh Alloh, juga kepada sahabat-sahabat Alloh. Sangat gamblang ungkapan cinta Rabiah itu ditunjukkan kepada Alloh SWT dituangkan dalam syair-syair yang penuh kepasrahan. (Eddy Junaedi, 2010)

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 1


Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta Mu
Hingga tak ada satupun yang menggangguku dalam jumpa-Mu
Tuhanku, bintang gemintang berkelap kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat
Tuhanku, demikian malam telah berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku, Engkau terima
Hingga aku berhak merengguk bahagia
Ataukah itu Kau tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemaha-kuasaan-Mu
Inilah yang selalu kulakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu,
Andai Kau usir aku dari pintu-Mu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku pada-Mu separuh kalbu

      Dari kata-kata yang mengalir indah itu Rabiah sepenuh jiwa dan raga telah pasrah kepada Allah Sang Pencipta. Apapun yangdilakukan, apapun yang dikerjakan, secara batiniah ataupun secara fisik, semua dipersembahkan untuk Alloh SWT. (Eddy Junaedi, 2010)


Rabu, 19 Oktober 2016

Cinta yang Terpuja


Desir angin rendah bagai cahaya
Ingatkan diri pada keagungan Yang Maha Esa
Yang selalu menanti dalam dekapan cinta
Motivator sejati menghampiri bercanda ria
Diri ini rindu akan cinta
Cinta illahi robbi yang terpuja
Haus kasih sayang selalu terbawa
Disetiap langkah menuju surga

Selasa, 18 Oktober 2016

Nasihat Luqmanul Hakim kepada Anaknya Selain dari Al Quran part 2



1. Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging. Padahal sedikti saja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.
2. Bila engkau memiliki dua pilihan takziyah orang mati atau menghadiri perkawinan pilihlah untuk menziarahi orang mati. Sebab hal itu akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat. Sedangkan menghadiri pesta perkawinan hanya akan mengingatkanmu kepada kesenangan duniawi saja.
3. Janganlah makan sampai kenyang secara berlebihan. Karena sesungguhnya makan terlalu kenyang itu alangkah lebih baik jika diberikan kepada binatang sekalipun.
4. Makanlah makananmu bersama-sama dengan orang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulama dengan cara meminta nasihat dari mereka.
5. Bukanlah satu kebaikan namanya jika engkau selalu mencari ilmu, tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubahnya bagaikan orang yang mencari kayu bakar maka setelah banyak ia tak mampu untuk memikulnya, padahal ia masih terus ingin menambahnya.
6. Bila engkau ingin mencari kawan sejati maka ujilah dulu dengan berpura pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati-hatilah.
7. Selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang berharga.
8. Bila engkau berteman tempatkanlah dirimu  padanya sebagai orang yang tidak mengharapakaan sesuatu daripadanya. Namun, biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu. 
9. Jadikanlah dirimu pada setiap tingkah laku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharapkan sanjungan dari orang lain karena itu adalah sifat riya yang akan mendatangkan cela pada dirimu.

Nasihat Luqmanul Hakim kepada Anaknya Selain dari Al Quran part 1


1. Dunia ini bagaikan lautan yang dalam. Banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, layarilah lautan itu dengan sampan yang namanya takwa, isinya adalah iman, dan layarnya adalah tawakkal kepada Alloh.
     2.  Orang orang yang senantiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat maka dirinya akan mendapat penjagaan dari Alloh. Orang yang  insaf dan sadar setelah menerima nasihat orang lain, dia akan senantiasa menerima kemuliaan dari Alloh juga.
     3.   Hai anakku, orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadah dan taat kepada Alloh maka dia tawadhu kepada Alloh, dia akan lebih  dekat kepada Alloh  dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada Alloh.
  4. Seandainya ibu bapakmu marah karena kesilapan yang dilakukanmu,  maka marahnya bapak ibumu bagaikan baja bagi tanam tanaman.
  5. Jauhkanlah dirimu dari berhutang karena sesungguhnya berhutang itu akan menjadikanmu hina diwaktu siang dan gelisah diwaktu malam.
  6. Berharaplah kepada Alloh tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak mendurhakaiNya. Takutlah kepada Alloh dengan sebener-benar takut (takwa), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat Alloh.
    7.   Seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya karena tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rusak akhlaqnya akan senantiasa banyak melamun hal hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya  semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mau mengerti.
    8.  Janganlah engkau mengirimkan orang orang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang menjadi utusan.

Senin, 17 Oktober 2016

Tips dalam Pencarian Jati Diri part 1

        Salam readers……
      Di masa-masa SMA merupakan masa bagi semua orang untuk menemukan jati dirinya. Entah itu wanita atau pun laki-laki. Dalam masa pencarian jati diri ini lebih baik jika diisi dengan berbagai hal positif. Di mana hal ini akan sedikit berdampak pada kepribadian kita. Eitss… bahkan bisa juga banyak juga lho dampaknya readers. Ok, mari kita uraikan satu persatu. Yang pertama adalah dengan membaca.
      Oh iya readers, mendengar kata “membaca” apa sajakah yang terlintas dalam fikiran readers?. Pasti bermacam-macam kan?. Sebernarnya asyik atau tidaknya membaca tergantung dari pribadi masing-masing dalam menyikapinya. So, supaya menambah semangat readers dalam membaca di bawah ini adalah beberapa manfaat yang dapat diambil ala Kakak Nilam Permata dalam karyanya Tunjukkan Dirimu.
1. Menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
2. Supaya tidak bodoh.
3. Supaya tidak berteman dengan orang bodoh dan pemalas.
4. Mengembangkan kemahiran bertutur kata.
5. Mengembangkan pemikiran dan cara berfikir.
6. Menambah pengetahuan, melatih daya ingat, dan pemahaman.
7. Mengambil manfaat dari pengalaman orang lain.
8.Mengembangkan kemampuan mengolah informasi dan ilmu       pengetahuan, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-               hari.
9. Membantu menyegarkan fikiran dan mengisi waktu luang agar         tidak sia-sia.
10. Menguasai banyak kosa kata, kalimat, dan isi bacaan.
      Masih semangat kan readers, semoga makin semangat ya readers. Disamping kita perlu mengetahui manfaat dari membaca, ada beberapa tips nih agar readers semakin demben membaca. So, chek it out….
1. Biasakan aktif membaca apapun.
2. Merangsang daya tarik membaca dengan membeli dan                     membaca bacaanyang disukai.
3. Mulai membaca dengan senang hati, santai, dan rileks.
4. Membaca sedikit demi sedikit tapi terus  berlanjut.
5. Jangan memaksakan diri untuk membaca jika sedang malas             membaca atau bête.
6. Membaca buku-buku yang di luar minatmu.
7. Mencatat dan menuliskan atau menceritakan kembali isi buku         yang telah dibaca.
8. Mengendapkna fikiran, lalu mengembangkan pemikiran.
9. Learning ya doing. 
      Ok readers, jadi simpulannya membaca akan menjadikan diri kita semakin memiliki nilai tambah. Baik dari pengetahuan maupun ketrampilan. Semoga postingan ini bermanfaat dan semakin menjadikan kita menjadi insan yang  lebih gemar membaca. 
      Selamat berkarya readers… 

Minggu, 16 Oktober 2016

Dengan Motivasi, Semangatlah Hidup Ini



Berbicara tentang hidup, ada banyak hal yang menjadikan hidup berwarna, seperti cara kita dalam menjalani kehidupan, hal-hal unik yang terjadi dalam kehidupan kita, peristiwa-peristiwa berkesan, kisah sedih yang menjadi pewarna kebahagiaan kita, hingga surprise moment yang kita tunggu kedatangannya.
Dalam menjalani kehidupan, monoton rasanya jika yang menjalaninya sendiri kurang bersemangat. Jadi, penting sekali memiliki semangat ketika kita melakukan berbagai aktifitas. Salah satunya adalah dengan memiliki motivasi hidup yang memberikan energi luar biasa dalam diri kita. So, di bawah ini adalah kata-kata mutiara dari pengusaha muda, penulis berbakat, dan motivator Indonesia, Merry Riana. Langsung saja ya:
  • Berpikir positif adalah pekerjaan yang mudah, yang Anda perlukan hanyalah ‘jangan berpikir negatif’.
  • Hidup ini seperti mengendarai sepeda. Kita akan melaju terus, selama kita masih mengayuh pedalnya.
  • Berubahlah sebelum perubahan itu yang akan memaksa Anda.
  • Hidup mungkin penuh dengan masalah. Tapi selama kamu memberikan yang terbaik & terus berdoa, segalanya akan indah pada waktunya.
  • Berikan senyuman termanismu walau saat terpedih di hatimu, setidaknya kamu masih bisa membahagiakan orang-orang di sekitarmu.
  • Lakukan kebaikan dan kebaikan-Nya pun akan semakin terasa.
  • ·Jangan hanya puas jadi penonton dan komentator. Jadilah sutradara dan pemain.
  • KESEMPATAN sudah menunggu lama di depan kita. Cepat bergerak, sebelum orang lain datang menjemputnya.
  • Kenikmatan & penderitaan hanya sementara. Jangan terhanyut oleh kenikmatan sementara dan jangan menyerah karena penderitaan sementara.
  • Jika kita bersalah pada orang lain akui kesalahan dan minta maaf. Jika orang lain bersalah pada kita: dengar dan maafkan.
  •  Jangan meremehkan hal-hal kecil. Hal-hal besar hanya bisa tercapai dengan mencapai hal-hal kecil itu terlebih dahulu.

Senin, 10 Oktober 2016

Kepatrian Fuad


Cahaya wajahmu
Memancarkan semangat hidup ini
Terpatri di lubuk hati fuad terdalam
Berekspresi dalam tindak tanduk sehari hari

Segudang.. bukan teman
Tapi berjuta juta yang diimpikan
Berdoa menangis berharap dikabulkan
Upaya terkuak bersanding ikhtiyar
Harapan menggebu mengkristal
Berderap menuju pagi cemerlang

Note:
Dingin kicau burung pagi
Mencibir diri malas enggan ini
Tersambar petir kaligrafi elok bagai bidadari
Limpahkan asa siramkan semangat pagi

Ketawadhuan Sebutir Debu

Buah pena : KSS MQDqs

Coba kita fikirkan bagaimana ketawadhuan sebutir debu yang beterbangan di tengah jalan (yang tak satupun manusia peduli dan mau mengenal keberadaannya). Sebutir debu tersebut mau berdialog kepada Alloh menampilkan sifat kehambaannya yang patut kita teladhani.
Ya Alloh meski tak satupun dari makhlukMu mau mengenali “siapa aku" namun aku menerima dengan ikhlas apa yang menjadi kehendak dan keputusanMu saat Engkau (sebelum aku Engkau adakan dari alam nyata) menghendaki dan memunculkanku ke dalam  bentuk “ sebutir debu” yang hanya “Engkau sendiri” yang mengenali keberadaanku (di alam sepiku ini). Ya Alloh aku ridho akan keputusanMu dan bersyukur atas kasih sayangMu. Aku, Engkau ciptakan dari “tiada menjadi ada” (seperti yang sedang kurasakan  keberadaanku saat ini) pun merupakan kesyukuran tersendri bagiku. Lebih - lebih aku setelah itu Engkau beri “ilmu” sehingga menjadi tahu siapa jati dirikundan siapa jati diriMu. Ya Alloh, terlebih terlebih setelah aku Engkau beri kesempatan bersujud dan bertasbih padaMu setiap saat serta Engkau beri kenikmatan atas ibadahku padaMu, sungguh ini merupakan karunia yang tak pernah mampu aku menyuguhkan rasa syukurku padaMu dengan sebenar rasa syukur sesuai kehendakMu.
Ya Alloh pemberianMu  kepadaku ini benar - benar telah lebih dari yang aku harapkan dan aku tak mampu menghitung segala nikmatMu atasku. Ya Alloh terimalah keterbatasan rasa syukurku padaMu ini. Ya Alloh bagaimana aku akan cemburu atas kehendakMu saat Engkau merencanakan  “sesuatu selainku” akan Engkau cipta sebagai air, batu, tumbuhan, hewan, dan sebagainya, sedangkan aku Engkau cipta sebagai sebutir debu ini saja tak mampu menghitung karuniaMu atasku serta kewalahan cara menikmati dan mensyukurinya?

Ya Alloh maafkan
segala kesalahan hambaMu ini padaMu
dan terimalah segala tasbih, sujud, dan sembahku padaMu….
Ya Alloh aku hanya ingin Engkau meridhoiku
dan aku ingin Engkau sendiri saja yang menindih wujudku dengan keperkasaanMu….
Ya Alloh aku sangat senang jika Engkau menjadi berbangga diri
saat keinginanMu menciptakaku yang amat lemah ini……
Ya Alloh aku bangga Engkau sebagai

Tuhanku…

Sabtu, 08 Oktober 2016

Panggilan CintaKu

Wahai jiwa yang rindu
Langkah langkah kakimu
Mengelana melanglang tak tentu
Mencari pedoman tuk menapaki mayapada semu
Kehilangan arah adalah hal yang pahit untukmu
Kompas kehidupan kau cari memburu

Wahai jiwa yang rindu
Perlu untuk kau tahu
Alloh menanti di setiap waktu
Alloh rindu akan sujudmu
Alloh tersenyum melihat di atas sajadahmu

Wahai jiwa yang rindu
Ikutlah dengan panggilan cintaKu
Kejarlah seruan indah adzan perkasaKu
Bangunlah disetiap sepertiga malamKu
Hadirkan dalam melodi nafas rindumu



Takdir Illahi Robbi

Sendiri..
Ku alami berhari hari
Sepi hati semoga bukan sakit rohani
Ku akui Tuhan Yang Maha Memilki
Semua adalah takdir Sang Illahi Robbi

Tiba tiba cahaya itu menghampiri
Menghibur diri dalam kalut dan sepi
Takdirlah yang menguasai
Mimpi harapan kuat terpatri

Firman Allah menyelubungi
Generasi bergenerasi semakin merasai
Fenomena takdir Yang Maha Pemberi
Semoga syukurlah dalam hati


Perjuangkan Dadak Merak



Lincah meliuk melenggang melenggok tertata
Menggetarkan setiap pasang mata
Memadukan kesakralan
Berselempang loreng kau tenarkan
Bertahun lama sudah kau kenakan
Tanda kota bumi pertiwi Indonesia

Namun gerangan
Mengapa kau mengembara
Mengembara sudah, terklaim, dan merana
Kau terklaim mereka
Yang tak berhati mulia
Ohh.. betapa malangnya

Janganlah menyerah Dadak Merak
Pesona indahmu abadi di hati Pertiwi
Indah gemulai bulu merakmu ceriakan setiap mimpi
Gagah kepala harimau Kalimantan negri hipnotis diri ini
Lincah gerak atraksimu dalam tingkah gendang bertalu
Kau selalu tetap di hati negri ini




Harapan Suci dalam Duka Pendidikan

Negri nan elok
Di bawah permadani hijau
Bersenandung angin semilir
Bertabur kilauan cahaya mentari
Eloknya Indonesia pertiwi

Namun betapa mirisnya
Mengapa pendidikan tak seindah Indonesia
Banyak insan yang menderita
Terombang ambing alam duka nestapa
Pendidikan ubahnya tak penting bagi mereka

Gerangan mengapa tak banyak hartawan
Yang sudi mengulurkan tangan
Tuk membantu masa depan
Bangsa kita tercinta
Indonesia pusaka Indonesia jaya

Berjuta harapan anak bangsa
Tersimpan dalam kesucian jiwa
Yang terluka karena dusta
Oh pejabat mengapa kau begitu tega
Mengambil harta tuk pendidikan bangsa









Cerita Siang Itu

Jangan Menyerah


Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tuhan pastikan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

*     Kandungan lagu “Jangan Menyerah”
Dalam menjalani hidup seseorang tidak boleh putus asa.  Karena hidup adalah anugrah dan pasti Tuhan akan menunjukkan kasih sayangnya. Seseorang harus selalu mensyukuri segala sesuatu yang ada dalam kehidupannya. Karena dengan bersyukur itulah kenikmatan akan semakin terasakan.

Cerita Siang Itu
Pagi yang dingin membawakan suasana sepi. Langit sedikit bersahabat dengan ditaburi bintang – bintang menghias mayapada ini. Tak kalah pancaran Dewi Malam ikut meramaikan lukisan kebesaran  Tuhan yang Maha Agung. Berpadu dengan gema adzan tahajud yang mengingatkan setiap hamba untuk mencurahkan semua isi hatinya dan menghadap Tuhannya.
Cahaya benderang itu membangunkan Neyla  dari mimpi panjang, ia kerjap – kerjapkan matanya dan ia geliatkan tubuhnya menikmati pergantian proses bangun dari tidurnya. Sejenak ia teringat akan lika – liku perjalanannya. Semua yang terjadi hanyalah kuasaNya dan Neyla sadar ia hanyalah wanita kerdil yang tak bisa apa – apa. Ia hanyalah wanita lemah yang mempunyai banyak impian. Namun ia sadar apalah dayanya.
Tak terasa bulir – bulir air mata menitik dari sudut mata mungilnya. Ia tak mau terlarut – larut dalam khayalan yang menjadikan manusia semakin terlena. Maka, dengan segera ia bangkit dan bergegas menuju ke belakang. Ia basuh muka, tangan dan kakinya. Byuuuurrr… sangat terasa kesejukan air sumur yang selalu tersedia di desanya. Ia sangat bersyukur bisa tinggal di desa karena alamnya sangatlah mempesona. Tak lupa ia menggosok gigi mungilnya yang setiap hari memberikan  senyum kepada orang – orang di sekitarnya.
Dilanjutkan dengan tahajud, Neyla menikmati semua gerakan sholat tahajudnya. Dimulai dengan takbir ia menyatu dengan alam, keheningan yang tercipta membuat Neyla semakin merasakan betapa dekatnya dia dengan Allah. Setelah selesai Neyla mempersembahkan doa – doa untuk orang – orang yang disayanginya. Kenangan – kenangan indah pun membayang – bayang diwajah imutnya. Ayah Bundanya yang berjuang dengan keras membuatnya menitikkan air mata.
Ayah Bunda Neyla harus berbakti, Neyla ingin menjadi anak solihah. Tak sadar terlintas rencana – rencana ke depan untuk hidupnya.
---₪₪₪₪₪---
Allahu Akbar Allahu Akbar.. Allahu Akbar Allahu Akbar…..
Gema adzan subuh membangunkan Neyla, segera ia bangun. Tak lupa ia minum segelas air untuk membantu menjaga kesehatannya. Kemudian ia mengambil air wudhu dan segera melaksanakan Sholat Subuh. Setelah selesai menghadap  Allah Neyla segera membantu Bundanya dan bersiap – siap untuk berangkat ke sekolah. Setelah selesai dengan persiapannya, Neyla pamit kepada ibunya.
“ Bu Neyla berangkat sekolah dulu ya?.” Sambil mencium tangan ibunya.
“ Iya Ney, hati – hati di jalan. Jangan lupa untuk selalu menjadi anak yang baik, hormatilah orang yang lebih tua, dan bersikap sopanlah kepada orang lain.” Nasehat Bundanya.
“ Baik bu, insyaalloh Ney ingat selalu pesan ibu.” Jawab Ney disertai kembangan senyumannya.
“ Yah, Ney berangkat dulu ya?.” Sambil mencium tangan Ayahnya.
“ Iya Ney, yang istiqomah ya Ney.” Pesan Ayahnya.
“ Assalamu’alaikum Bun, Yah.” Salam Neyla.
“ Wa’alaikumsalam..” Jawab Ayah Bundanya.
---₪₪₪₪₪---

Teeeett… teeeettt.. Teeeeeeettttt….
Bel berbunyi membuat Neyla masuk ke kelas. Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, Ibu Guru yang mengajar mata pelajaran matematika pun masuk ke kelas. Beliau menyampaikan pelajaran decngan metode yang membuat siswa – siswa merespon dengan baik. Sehingga tak  terasa  bel pun berbunyi.
Teeeett… teeeettt.. Teeeeeeettttt….
Teman – teman Neyla pun merapikan mejanya. Ada juga yang langsung ke kantin karena bunyi yang berasal dari perut sudah  tidak dapat ditolerir lagi. Neyla sedang merapikan bukunya dan dia berbincang – bincang kepada teman sebangkunya
“Rim kamu mau ke perpus?.” Tawar Neyla
“ Gimana ya ? Hmmm.. Oklah, aku mau. Lama gag ?.” Tanya Rima.
“ Ya biasalah, soalnya mau cari referensi juga Rim.” Neyla menjawab.
“Waduh Ney, biasanya ni ya, kalau kamu dah cari gitu-gituan bakalan lama. Hmm .. Gimana ya?. Maaf ya Ney kayaknya aku enggak bisa..” Jawab Rima.
“ Oklah, enggak apa-apa. Lagian masih ada kok temen yang lainnya..”  Respon Neyla.
Kemudian Neyla pun mengedarkan pandangan ke penjuru kelas untuk mencari teman-temannya yang bisa di ajak ke perpustakaan. Dan akhirnya Neyla mengajak  Rahma untuk ke perpustakaan.
“ Hello Rahma baru sibuk gag?.” Tanya Neyla.
“ Hello juga Ney, enggak Ney, ada apa?.” Respon Rahma terhadap pertanyaan Neyla.
“ Ke perpustakaan yukk?.” Tawar Neyla.
“ Kebetulan banget nih.. Aku juga mau ke sana. “
“ Syukur deh kalau gitu, ok aku tunggu.” Jawabnya.
“ Ok ok. Bentar aku ambil buku dulu.” Pinta Rahma.
Lalu mereka pun menuju ke perpustakaan yang tak jauh dari kelas mereka. Di sana Neyla mencari referensi untuk membuat tugas biologinya. Tiba - tiba ponselnya berdering yang menunjukkan adanya pesan singkat masuk di ponselnya. Namun, tiba – tiba mukanya berubah menjadi gelisah.
“ Ada apa Ney?.” Tanya Rahma.
“ Ini ma, ada pesan dari senior kalau aku harus ke ruang OSIS. Padahal kan dah jam segini.” Jawab Neyla.
“ Ya udah enggak apa – apa. Ke sana dulu aja. Nanti aku ijinin.” Janji Rahma.
“ OK, makasih ya Rahma. Aku ke ruang OSIS dulu ya?.” Ucap Neyla dengan terharu.
“ Ok, hati – hati..” Pesan Rahma.
---₪₪₪₪₪---
Di perjalanan Neyla bertemu dengan teman – temannya, banyak yang menyapa Neyla. Bahkan ada juga yang menjabat tangannya.
“ Hello Ney, mau kemana?.” Sapa seorang temannya, Nobi.
“ Hello juga Nobi, mau ke ruang OSIS.” Jawab Neyla.
“ Oh.. Ke ruang OSIS ya? Tadi ada juga kakak kelas yang ke sana.” Jawab Nobi menginformasikan.
“ OK, makasih banyak Nobi.” Ucap Neyla.
Akhirnya Neyla pun sampai di ruang OSIS. Di sana ternyata sudah ada ketua,  wakil ketua, dan bendahara.
“ Assalamu’alaikum, ternyata udah kumpul to? Ada apa? Kok sepertinya ndadak banget?.” Tanya Neyla ingin tahu.
“ Wa’alaikumsalam.. Iya nih. Kamu lama banget..” Jawab teman-temannya.
“ Gini Ney, tadi kita dapat info dari pembina kalau sekolah mau mengadakan kerja bakti bersama. Dan kita dapat amanah untuk mengkoordinir jalannya acara tersebut.” Jawab Ersa ,ketua OSIS SMA merdeka, dengan wajah berseri-seri.
“ Iya Ney, jadi kita harus rapat untuk mengadakan acara tersebut.” Jawab Dion menambahkan.
“ Kak boleh usul tidak?.” Acung Hana sebagai bendahara.
“ Iya, silahkan..” Jawab ersa.
“ Kak, bagaimana kalau rapatnya saat istirahat kedua saja. Sekarang waktunya kurang kak, lagi pula lebih memuaskan kalau nanti istirahat, lebih panjang waktunya.” Saran Hana.
“ Iya kak, aku juga setuju dengan Hana.” Jawab Neyla.
“ OK, rapat kita lanjutkan istirahat kedua. Jangan lupa untuk mempersiapkan konsepnya ya?. ” Jawab Ersa.
“ Baiklah kita tutup pertemuan kita pagi ini dengan berdoa sesuai kepercaaan kita masing – masing. Berdoa dimulai.” Pimpin Dion.
2 menit kemudian.
“ Berdoa selesai.” Ucap Dion.
Kemudian personil OSIS itupun keluar dengan tenang. Mereka berpisah satu sama lain karena berbeda – beda kelas. Ketika keluar Neyla melihat suasana sudah sepi, padahal waktu terasa sangat sebentar sekali. Dia melihat siswa – siswa sudah masuk ke kelas masing.  Kelas pun banyak yang sudah dimasuki gurunya masing – masing. Akhirnya dia pun bergegas masuk ke kelasnya. Di kelas telihat dari luar Ibu Mia sudah ada di kelas. Tapi bagaimanapun juga  niatlah adalah untuk menuntut ilmu. Jadi apapun resikonya harus ia hadapi, termasuk sekarang. Ia terlambat masuk kelas.
“ Assalamu’alaikum.. “ salam Neyla dari pintu.
“ Wa’alaikumsalam..” jawab teman – temannya dan Bu Mia.
“ Maaf Bu Neyla terlambat, tadi baru saja rapat OSIS. “ sambil mencium tangan Bu Mia.
“ Besok – besok jangan terlambat ya? Bukankah tadi sudah berjanji masuk kelas 5 menit sebelum pelajaran?. Kalau begitu terus nantikan teman – teman bisa meniru. Kan bisa repot?.” Nasehat Bu Mia.
“ Iya Bu, maafkan saya.” Jawab Neyla dengan wajah penuh penyesalan.
“ Baiklah,  besok – besok jangan diulangi. Ibu tidak suka murid Ibu menjadi seperti ini.” Tambh Bu Mia.
“ Baik Bu.” Wajah Neyla sedikit berkaca – kaca. Dia terbawa dengan perasaannya.
“ Baiklah Ney sekarang silahkan duduk. Ingat jangan ulangi lagi ya?.” Pinta Bu Mia.
“ Baik Bu.” Janji Neyla.
Sampai di tempat duduknya, wajah Neyla menjadi merah karena malu dengan teman – temannya. Ia mengelus dadanya, karena berfikir baru saja masuk kelas tapi Bu Mia sudah memberinya banyak nasehat seakan dunia ini mau runtuh saja. Terbayang bagaimana jika seandainya rapat OSIS tadi dilanjutkan, mungkin sudah lebih parah lagi. Tapi, bagaimanapun juga Bu Mia adalah gurunya. Guru yang sangat baik hati dan sabar terhadap semua muridnya. Mana mungkin Neyla marah kepada guru favoritnya itu. Terbayang betapa berdosanya Neyla telah membuat gurunya menjadi marah kepadanya. Sebuah suara lembut pun membangunkan Neyla dari khayalannya.
“ Neyla.. “ sapa Rima yang ternyata baru saja dari ruang guru. mengambil media pembelajaran.
“ Eh Rima, iyaa.. eh ada apa? “ jawabnya agak terkejut.
“ Ada apa Ney?.” Tanya Rima.
 “ Enggak apa – apa. Tadi cuma masalah sepele aja kok. Gara – gara aku masuk terlambat, Bu Mia sedikit mengeluarkan energi untuk memberi  nasehat. Yahh.. tapi bagaimanapun beliau itu sabarnya luar biasa. Patut diacungi jempol.”  Apresiasi Neyla.
“ Iya Ney, makanya kamu jangan kebawa perasaan mulu ah. Tambah ribet tahu?.”
“ Ok, Ok, siap bos..  “
Kemudian keduanya pun memperhatikan penjelasan Bu Mia. Di depan Bu Mia memberikan soal – soal mengenai matrik, dengan metodenya yang unik teman – teman menjadi lebih paham. Padahal Bu Mia baru sekali menerangkan.
“ Patut dicontoh.” Batinku dalam hati.
Kemudian Bu Mia duduk di meja guru dan memberikan informasi.
“ Anak – anak tolong nanti dikerjakan LKS halaman 33 25 nomer ya? Besok ada jam ibu ya? Besok kita cocokin untuk nilai tugas.” Perintah beliau.
“Baik Bu…” sahut teman – teman.
Tak terasa bel sudah berbunyi…
Teeeett… teeeettt.. Teeeeeeettttt….
Kemudian Neyla bergegas untuk ke ruang OSIS seperti kesepakatan. Dia bergegas langsung saja ke ruang OSIS, sampai lupa berpamitan kepada temannya. Di ruang OSIS semuanya sudah berkumpul. Rapat pun dimulai.
“ Baiklah, mari kita buka rapat kita dengan membaca basmalah secara bersama – sama.” Pimpin Ersa.
“ Bismillahhirrohmannirrohim..”
“ Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada teman – teman yang bersedia meluangkan waktunya untuk menjalankan amanah ini. Semoga dengan ini kita termasuk ke dalam orang – orang yang beruntung. Aminn. Saya membawa kabar gembira buat kalian. Tadi sewaktu masuk ke kelas Bapak Zuhri meminta saya untuk ke kantornya. Di sana Beliau menyampaikan konsep kerja bakti bersama. Beliau meminta kita untuk membuat rencana – rencana kreatif agar teman – teman bersemangat dalam kegiatan ini.” Kata ketua OSIS memberikan penjelasan.
Rapat pun berlangsung dengan seru karena banyak yang usul dan memberikan argumennya dengan baik. Dan akhirnya dipilihlah satu konsep yang mencakup ide dari mayoritas suara.
“ Untuk Neyla besok jangan lupa proposal sudah jadi ya? Karena waktuya mepet sekali.” Pinta Ersa kepada Neyla.
“ Ok kak, insyaalloh.” Jawab Neyla.
“ Sepertinya demikian rapat kita pada siang hari ini. Semoga kita mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Amin .. mari kita tutup rapat pada siang hari ini dengan membaca doa Kafaratul Majlis.” Pimpin Ersa
“ Subhanakallahumma….” Ucap peserta rapat dengan serempak.
Kemudian masing – masing dari mereka ke kelas dan melanjutkan istirahat. Ada yang sholat, makan siang, ke perpustakaan bahkan ada juga yang berdiskusi membahas permasalahan yang sedang terjadi.
Teeeett… teeeettt.. Teeeeeeettttt….
Bel pun berbunyi yang membuat semua siswa masuk ke kelas masing – msing. Tak terkecuali kelas Neyla. Mereka segera mempersiapkan segala sesuatunya. Bu Nailin pun masuk ke kelas dan memberikan materi tentang asam basa. Beliau menerangkan menggunakan media presentasi, video, bahkan ada efek musiknya juga. Sehingga suasana yang semula tersa membosankan berubah menjadi menyenangkan. Siswa – siswa pun aktif mengajukan pertanyaan. Di akhir pembelajarannya Bu Nailin meminta setiap siswa untuk membuat praktikum besok pagi. Banyak siswa yang mengeluh namun beliau memberikan motivasi kepada siswanya bahwa jalanilah semuanya dengan ikhlas dan jangan lupa untuk tersenyum maka jalan keluar akan menghampiri.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 14.30 sehingga siswa – siswa pun berbenah untuk pulang ke rumah masing – masing. Setelah disiapkan oleh ketua kelas, teman – teman pun bergegas keluar dan segera pulang ke rumah mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh Bu Mia dan Bu Nailin termasuk Neyla.
---₪₪₪₪₪---
Sampai di rumah Neyla segera membersihkan tubuhnya. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.20 Neyla segera melaksanakan Sholat Ashar. Setelah itu dia istirahat sebentar dan segera makan karena takut maggnya kambuh. Ditemani matahari sore yang kembali ke peraduannya, Neyla sangat menikmati sayur bayam buatan Bundanya. Begitu nikmat dengan ditambah sambal korek ala Bundanya. Suasana sore yang mengingatkan kepada Neyla bahwa manusia tak selamanya hidup di dunia. Suatu saat nanti manusia juga akan kembali kepada Illahnya.
Setelah selesai Neyla segera mengerjakan tugas – tugasnya. Memang berat mengikuti organisasi di sekolah. Neyla harus pandai mengatur waktunya agar tidak terbengkalai. Neyla tidak menyerah  terhadap semua yang sudah terjadi karena dia yakin bahwa Alloh pasti memberikan semuanya sesuai dengan kemmapuannya. Dia yakin bahwa dia bisa.. Neyla ingin mewujudkan semua impiannya. Dia ingin menjadi pionir yang menghela sejarah ke depan. Dia ingin menjadi wanita muslimah multi talenta. Banyak yang ia persiapkan mulai dari sekarang. Ia rela mengorbankan jam tidurnya untuk menyelesaikan semua target yang telah ia tetapkan. Kadang kala melihat Neyla melakukan itu semua, Bundanya tak tega. Namun, bagaimanapun juga Neyla tetap pada pendiriannya. Ia ingin mempersiapkan semuanya sejak sekarang. Prinsipnya berakit  - rakit ke hulu berenang – renang ke tepian, bersakit – sakit dahulu bersenang – senang kemudian.
Tak terasa gema adzan Maghrib yang mempesona membuat Neyla harus cepat –cepat untuk mempersiapkan diri, karena sebentar lagi dia harus jamaah dengan keluarganya.
“ Bu, Neyla sudah siap nih. Ayah kok lama ya?.” Tanyanya.
“ Iya Ney, bentar ya?.” Sahut Bundanya.
Kemudian bergegas mencari Ayahnya Neyla yang ada di ruang tamu. Ternyata di sana Ayahnya baru membenahi buku – buku terbaru yang baru saja dibelinya.
“ Yah, baru apaa? Ayo jamaahan. Neyla menunggu tuh, dia mau nggaji..” kata Bunda Ney.
“ Kalau begitu dengan sampeyan saja jamaahnya, ini tinggal dikit. Tapi Ayah harus membersihkan diri dahulu. Jadi mungkin agak lama.” Saran Ayah Ney kepada Bundanya.
“ Baiklah kalau begitu, kami duluan ya Mas..” pamit Bundanya.
“ Iya.” Sahut Ayah Neyla.
Kemudian Neyla dan Bundanya pun berjamaah berdua karena Ayahnya masih akan membersihkan diri. Setelah selesai Neyla segera mempersiapkan buku dan alat ibadah untuk nggaji ke tetangga, Pakde Munir. Setelah selelsai berjilbab, Neyla Pamit kepada Ayah Bundanya.
“ Ayah, Bunda Ney berangkat dulu ya?.” Pamit Neyla.
“ Iya Ney, hati – hati ya?.” Jawab Ayah Bundanya.
“ iya Yah, iya Bun, assalamu’alaikum.” Salam Neyla.
“ Wa’alaikumsalam.” Balas Ayah Bundanya.
Kemudian Ney berangkat untuk nggaji ke rumah Pakde Munir yang terletak tak jauh dari rumahnya. Akhirnya Neyla pun sampai dimulai dengan doa bersama dan akhirnya Pakde Munir pun mengajari Neyla membaca AL Qur’an. Ketika sudah selesai, ada sedikit materi mengenai niat. Beliau menerangkan bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan adalah tergantung dari niatnya. Jadi berniatlah dengan sungguh – sungguh agar Alloh nmengabulkan niat baik kita. Mendengar hal itu Neyla menjadi lebih semangat lagi. Karena beliau memotivasi Neyla untuk selalu menjadi yang terbaik.
“ Mumpung masih muda, lakukan semuanya dengan maksimal. Nggajinya harus istiqomah, apalagi Mbak Neyla kan wanita. Waktunya sangat sedikit untuk mengaji. Jadi yang istiqomah ya Mbak nggajinya?.” Pesan Pakde Munir.
“ Nggeh Pakde..” sahut Neyla.
Setelah selesai Neyla pun pulang ke rumah namun tak lupa ia berjamaah sholat isya’ dahulu dengan gurunya. Barulah setelah selesai Neyla pulang ke rumah.
“ Pakde, Neyla pulang dahulu nggeh?.” Pamit Neyla.
Pakde Munir mengangguk. Kemudian Neyla langsung pulang ke rumah.
---₪₪₪₪₪---
“ Assalamu’alaikum..” salam Ney di pintu.
“ Wa’alaikumsalam..” sahut penghuni rumah.
Langsung saja Ney ke kamar untuk mengerjakan tugas – tugasnya. Dia harus kuat. Yaa.. karena sebanding dengan impiannya yang mungkin bisa dibilang banyak. Karena dia teringat pesan Bung Karno “Bermimpilah setinggi langit maka jika kau jatuh kau akan jatuh diantara bintang – bintang.”. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.30. namun Ney baru bisa menyelesaikan tugas proposal dan tugas kimianya. Jadi dia harus berjuang untuk menyelesaikan tugas matematika dan membuat sebuah puisi. Neyla pun merasakan kantuk.
“ huuaaaaahhh.. “ Neyla menguap dan langsung ke kamar kecil untuk membasuh mukanya. Tak lupa ia juga mmbuat segelas teh manis untuk menghangtakan tubuh dan menghilangkan kantuknya.
Kemudian dia melanjutkan mengerjakan tugas – tugasnya. Ditemani malam yang semakin sunyi, taburan bintang jelas indah menemaninya. Suara jangkrik pun menghiburnya. Tak terasa kurang 1 tugas lagi yang harus dia kerjakan. Padahal jam sudah menujukkan pukul 00.30. Tapi bagaimana pun juga tugasnya harus selesai. Dan segera ia mengerjakan dengan senang hati walaupun harus terkatuk – katuk.
Tepat pukul 01.30 tugas – tugasnya sudah selesai. Neyla pun bersyukur. Ia memang harus berjuang demi semuanya. Ayah Bundanya yang selama ini sudah berjuang membesarkannya, dan semuanya yang sudah banyak berkorban untuk dirinya. Neyla pun semakin kukuh dengan niatnya dan sekarang Neyla harus mempersiapkan semuanya dengan lebih dewasa lagi.  Ya … seorang pionir bukanlah tuntutan tapi pilihan. Bisik Neyla dalam hati.

























Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 9

Rasa riangku, rinduku, lindunganku Teman, penolong, dan tujuanku Kaulah karibku, dan rindu pada-Mu Meneguhkan daku Apa bukan pa...