Senin, 10 Oktober 2016

Ketawadhuan Sebutir Debu

Buah pena : KSS MQDqs

Coba kita fikirkan bagaimana ketawadhuan sebutir debu yang beterbangan di tengah jalan (yang tak satupun manusia peduli dan mau mengenal keberadaannya). Sebutir debu tersebut mau berdialog kepada Alloh menampilkan sifat kehambaannya yang patut kita teladhani.
Ya Alloh meski tak satupun dari makhlukMu mau mengenali “siapa aku" namun aku menerima dengan ikhlas apa yang menjadi kehendak dan keputusanMu saat Engkau (sebelum aku Engkau adakan dari alam nyata) menghendaki dan memunculkanku ke dalam  bentuk “ sebutir debu” yang hanya “Engkau sendiri” yang mengenali keberadaanku (di alam sepiku ini). Ya Alloh aku ridho akan keputusanMu dan bersyukur atas kasih sayangMu. Aku, Engkau ciptakan dari “tiada menjadi ada” (seperti yang sedang kurasakan  keberadaanku saat ini) pun merupakan kesyukuran tersendri bagiku. Lebih - lebih aku setelah itu Engkau beri “ilmu” sehingga menjadi tahu siapa jati dirikundan siapa jati diriMu. Ya Alloh, terlebih terlebih setelah aku Engkau beri kesempatan bersujud dan bertasbih padaMu setiap saat serta Engkau beri kenikmatan atas ibadahku padaMu, sungguh ini merupakan karunia yang tak pernah mampu aku menyuguhkan rasa syukurku padaMu dengan sebenar rasa syukur sesuai kehendakMu.
Ya Alloh pemberianMu  kepadaku ini benar - benar telah lebih dari yang aku harapkan dan aku tak mampu menghitung segala nikmatMu atasku. Ya Alloh terimalah keterbatasan rasa syukurku padaMu ini. Ya Alloh bagaimana aku akan cemburu atas kehendakMu saat Engkau merencanakan  “sesuatu selainku” akan Engkau cipta sebagai air, batu, tumbuhan, hewan, dan sebagainya, sedangkan aku Engkau cipta sebagai sebutir debu ini saja tak mampu menghitung karuniaMu atasku serta kewalahan cara menikmati dan mensyukurinya?

Ya Alloh maafkan
segala kesalahan hambaMu ini padaMu
dan terimalah segala tasbih, sujud, dan sembahku padaMu….
Ya Alloh aku hanya ingin Engkau meridhoiku
dan aku ingin Engkau sendiri saja yang menindih wujudku dengan keperkasaanMu….
Ya Alloh aku sangat senang jika Engkau menjadi berbangga diri
saat keinginanMu menciptakaku yang amat lemah ini……
Ya Alloh aku bangga Engkau sebagai

Tuhanku…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 9

Rasa riangku, rinduku, lindunganku Teman, penolong, dan tujuanku Kaulah karibku, dan rindu pada-Mu Meneguhkan daku Apa bukan pa...