Sabtu, 22 Oktober 2016

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 9


Rasa riangku, rinduku, lindunganku
Teman, penolong, dan tujuanku
Kaulah karibku, dan rindu pada-Mu
Meneguhkan daku
Apa bukan pada-Mu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia yang Kau berikan
Telah banyak…
Namun ku tak butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
Cinta-Mu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir dimata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisi-Mu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika aku telah memenuhi-Mu

O, rindu hatiku, aku pun bahagia

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 8


Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpah karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain sirna
Antara takjub atas keindahan dan keagungan-Nya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu
Kusaksikan yang datang dan pergi dalam kalbu
Lihat, dalam  wajah-Nya
Tercampur segenap pesona dan karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajah-Nya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata

“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang Maha Mulia” 

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 7


Hatiku tenteram dan damai jika aku  diam sendiri
Ketika kekasih bersamaku
Cinta-Nya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Kapan dapat kurenungi keindahan-Nya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasia-Nya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mau-Mu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan-Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dari-Mu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah  bersatu dengan-Mu

Melabuhkan rindu

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 6


Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunan pembuat dosa yang datang kehadirat-Mu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku

Hatiku telah enggan mencintai selain Engkau

Syair Cintal Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 5


Aku mencintai-Mu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu
Cinta karena diri-Mu, adalah keadaan senantiasa mengingat-Mu
Cinta karena diri-Mu, adalah keadaan-Mu mengungkap tabir
Hingga Engkau kulihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku

Bagi-Mu pujian untuk semua itu


Jumat, 21 Oktober 2016

Syair Cinta Rabiah al Rabiah Al Bashriah part 4



Ya Alloh 
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan 
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, di antara segala kesenangan 
Adalah untuk berjumpa dengan-Mu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakan
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau kehendaki

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 3


Aku mengabdi pada Tuhan 
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi
Karena cintaku pada-Nya
Ya Alloh, jika aku menyembah-Mu
Karena takut neraka, bakarlah aku didalamnya
Dan jika aku menyembah-Mu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembah-Mu
Demi Engkau semata
Janganlah Engkau  enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu
Yang abadi padaku

Kamis, 20 Oktober 2016

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 2


Ya Alloh, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuh-Mu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti
Berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu
Karena Engkau sendiri, cukuplah kepadaku


Pada syair yang tertuang di sini, terlihat jelas bahwa betapa seorang Rabiah sunguh-sungguh mencintai Alloh. Bayangkan, permohonannya untuk melimpahkan karunia Alloh yang menjadi haknya kepada musuh-musuh Alloh, juga kepada sahabat-sahabat Alloh. Sangat gamblang ungkapan cinta Rabiah itu ditunjukkan kepada Alloh SWT dituangkan dalam syair-syair yang penuh kepasrahan. (Eddy Junaedi, 2010)

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 1


Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta Mu
Hingga tak ada satupun yang menggangguku dalam jumpa-Mu
Tuhanku, bintang gemintang berkelap kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat
Tuhanku, demikian malam telah berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku, Engkau terima
Hingga aku berhak merengguk bahagia
Ataukah itu Kau tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemaha-kuasaan-Mu
Inilah yang selalu kulakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu,
Andai Kau usir aku dari pintu-Mu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku pada-Mu separuh kalbu

      Dari kata-kata yang mengalir indah itu Rabiah sepenuh jiwa dan raga telah pasrah kepada Allah Sang Pencipta. Apapun yangdilakukan, apapun yang dikerjakan, secara batiniah ataupun secara fisik, semua dipersembahkan untuk Alloh SWT. (Eddy Junaedi, 2010)


Rabu, 19 Oktober 2016

Cinta yang Terpuja


Desir angin rendah bagai cahaya
Ingatkan diri pada keagungan Yang Maha Esa
Yang selalu menanti dalam dekapan cinta
Motivator sejati menghampiri bercanda ria
Diri ini rindu akan cinta
Cinta illahi robbi yang terpuja
Haus kasih sayang selalu terbawa
Disetiap langkah menuju surga

Selasa, 18 Oktober 2016

Nasihat Luqmanul Hakim kepada Anaknya Selain dari Al Quran part 2



1. Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging. Padahal sedikti saja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.
2. Bila engkau memiliki dua pilihan takziyah orang mati atau menghadiri perkawinan pilihlah untuk menziarahi orang mati. Sebab hal itu akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat. Sedangkan menghadiri pesta perkawinan hanya akan mengingatkanmu kepada kesenangan duniawi saja.
3. Janganlah makan sampai kenyang secara berlebihan. Karena sesungguhnya makan terlalu kenyang itu alangkah lebih baik jika diberikan kepada binatang sekalipun.
4. Makanlah makananmu bersama-sama dengan orang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulama dengan cara meminta nasihat dari mereka.
5. Bukanlah satu kebaikan namanya jika engkau selalu mencari ilmu, tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubahnya bagaikan orang yang mencari kayu bakar maka setelah banyak ia tak mampu untuk memikulnya, padahal ia masih terus ingin menambahnya.
6. Bila engkau ingin mencari kawan sejati maka ujilah dulu dengan berpura pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati-hatilah.
7. Selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang berharga.
8. Bila engkau berteman tempatkanlah dirimu  padanya sebagai orang yang tidak mengharapakaan sesuatu daripadanya. Namun, biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu. 
9. Jadikanlah dirimu pada setiap tingkah laku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharapkan sanjungan dari orang lain karena itu adalah sifat riya yang akan mendatangkan cela pada dirimu.

Syair Cinta Rabiah al Adawiyah Al Bashriah part 9

Rasa riangku, rinduku, lindunganku Teman, penolong, dan tujuanku Kaulah karibku, dan rindu pada-Mu Meneguhkan daku Apa bukan pa...