Tuhanku, tenggelamkan aku dalam
cinta Mu
Hingga tak ada satupun yang
menggangguku dalam jumpa-Mu
Tuhanku, bintang gemintang
berkelap kelip
Manusia terlena dalam buai
tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah
rapat
Tuhanku, demikian malam telah
berlalu
Dan inilah siang datang
menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku,
Engkau terima
Hingga aku berhak merengguk
bahagia
Ataukah itu Kau tolak, hingga
aku dihimpit duka,
Demi kemaha-kuasaan-Mu
Inilah yang selalu kulakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu,
Andai Kau usir aku dari pintu-Mu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku pada-Mu separuh
kalbu
Dari kata-kata yang mengalir
indah itu Rabiah sepenuh jiwa dan raga telah pasrah kepada Allah Sang Pencipta.
Apapun yangdilakukan, apapun yang dikerjakan, secara batiniah ataupun secara
fisik, semua dipersembahkan untuk Alloh SWT. (Eddy Junaedi, 2010)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar