Menggetarkan setiap pasang mata
Memadukan kesakralan
Berselempang loreng kau tenarkan
Bertahun lama sudah kau kenakan
Tanda kota bumi pertiwi Indonesia
Namun gerangan
Mengapa kau mengembara
Mengembara sudah, terklaim, dan merana
Kau terklaim mereka
Yang tak berhati mulia
Ohh.. betapa malangnya
Janganlah menyerah Dadak Merak
Pesona indahmu abadi di hati Pertiwi
Indah gemulai bulu merakmu ceriakan
setiap mimpi
Gagah kepala harimau Kalimantan negri
hipnotis diri ini
Lincah gerak atraksimu dalam tingkah
gendang bertalu
Kau selalu tetap di hati negri ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar